Merawat Kulit Bayi Prematur
Di tulis oleh
dr. Buahati Sehat, Sp.A
|
05 September 2021
Sebagian besar perkembangan organ tubuh bayi prematur masih belum sempurna, termasuk juga kulit. Oleh karena itu, bayi prematur butuh mendapat perhatian dan perawatan khusus untuk kulitnya. Hal ini disebabkan karena kulitnya yang masih relatif lebih tipis.
Memandikan bayi prematur
- Bayi prematur tidak bisa segera dimandikan. Biasanya bayi prematur baru bisa dimandikan setelah beberapa hari kehidupannya (tergantung kondisi medis bayi).
- Bayi prematur juga tidak mandi tiap hari, biasanya bayi prematur dimandikan setiap hari (berat badan <2.500 gram), dan semakin sering seiring bertambahnya usia bayi.
- Saat memandikan bayi prematur, bersihkan daerah lipatan tubuh (seperti, daerah leher dan paha) dengan lembut serta gunakan sabun bayi dengan pH seimbang. Sebaiknya konsultasikan dulu kepada dokter untuk pemilihan sabun bayi.
- Gunakan air dengan suhu yang tidak terlalu panas dan juga tidak terlalu dingin (hangat suam kuku) saat memandikan bayi prematur.
- Segera keringkan bayi setelah mandi agar tidak kedinginan.
- Mandikan bayi di ruangan tertutup.
Menggunakan pelembab pada bayi
- Gunakan pelembab yang sesuai setelah mandi (tiap 8 jam). Perhatikan komposisi pelembab, jangan gunakan pelembab yang mengandung alkohol, pewangi, pewarna dan pengawet.
- Hindari mengoleskan kulit bayi dengan dedaunan atau rempah agar tidak terjadi iritasi.
- Bayi prematur juga rentan terkena ruam popok (diaper rash), oleh karena itu orang tua harus senantiasa memeriksa keadaan popok bayi. Ganti segera popok jika sudah kotor atau melebihi daya tampung. Selalu sedia krim ruam popok di rumah.
- Pilihlah pakaian dengan bahan katun yang lembut. Hindari bahan yang terbuat dari serat sintetis, karena kulit bayi prematur masih sangat sensitif.
- Jika sudah terjadi iritasi ataupun ruam pada kulit bayi prematur, hentikan pemakaian pelembab dan konsultasikan dahulu pada dokter, jika anda ingin mengoleskan salep atau krim anti ruam pada kulit bayi anda.
Merawat tali pusat
- Selalu jaga kebersihan tali pusat yang belum terlepas.
- Tali pusat dapat dibersihkan menggunakan air hangat bersih. Tidak perlu mengoleskan alkohol atau dedaunan.
- Krim antibiotik hanya diberikan atas anjuran dokter.
- Biarkan tali pusat terbuka (jangan ditutup) agar cepat kering.
Referensi:
1. Kusari A, et al. Evidence-based skin care in preterm infants. Pediatric Dermatology. 2018; 36(1): 16-23.
2. Setiawan R. Teknik perawatan kulit neonatus. CDK-278. 2019; 46(8): 545-8.
Artikel Terkait
Grafik Pertumbuhan Laki-Laki
13 October 2021
Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Nyaman di Rumah
06 September 2021
Menghindari Persalinan Prematur di Kehamilan Berikutnya
06 September 2021
Peran Ayah dalam Perawatan Bayi Prematur
06 September 2021
Peran Khusus Kakek dan Nenek Bayi Prematur
06 September 2021
Artikel Lainnya
Bebas Asap Rokok di Rumah
Sering terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif lebih berbahaya daripada menjadi perokok aktif. Anak-anak dan bayi masih sangat rentan jika terpapar asap rokok. Jutaan anak hidup di lingkungan perokok aktif, bahkan di lingkungan rumah mereka. Di Amerika, sebanyak 4 dari 10 bayi dan anak (40,6%) merupakan perokok pasif yang sering terpapar asap rokok langsung.
Kita juga sering mendengar mengenai Third-hand smoke? Apa itu third-hand smoke? Third-hand smoke merupakan residu dari asap rokok lingkungan yang menempel di setiap permukaan yang terpapar asap rokok dari lingkungan sekitarnya. Third-hand smoke biasanya terkena permukaan baju, lantai, perabot rumah tangga, mainan, kendaraan, dan dinding. Kontak dengan permukaan yang terpapar asap rokok, juga berbahaya bagi tubuh terutama anak-anak.
Anak-anak yang sering terpapar rokok baik secara langsung setelah lahir atau lahir dari ibu yang merupakan perokok aktif berisiko tinggi untuk meninggal akibat terkena Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak pada bayi. Selain SIDS, bayi yang sering terpapar asap rokok sejak usia dini akan tumbuh menjadi anak yang sering sakit, dan sering mengalami gangguan sistem pernapasannya. Asma, radang paru-paru, bronkitis, pneumonia, dan penurunan fungsi paru adalah beberapa gangguan yang bisa dialami anak jika terpapar asap rokok dalam jangka Panjang. Pada ibu hamil yang merupakan perokok pasif akan berisiko tinggi untuk melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR), dimana hal ini membuat bayi menjadi lebih lemah dan mudah terserang penyakit.
Tentu anda tidak ingin hal ini terjadi pada bayi anda bukan? Oleh karena itu, penting bagi anda untuk menerapkan lingkungan rumah bebas asap rokok. Ciptakanlah lingkungan yang aman dan nyaman untuk bayi anda. Jika ada penghuni rumah yang merokok, segeralah berhenti. Namun, jika memang rumah terpapar dengan asap rokok, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah paparan melalui third-hand smoke, anda dapat mencuci dan membersihkan seluruh permukaan yang terpapar asap, membersihkan mainan dan benda-benda yang akan digunakan untuk bayi anda, cuci seluruh benda berbahan kain dirumah anda (termasuk karpet, sprei dan lain-lain), serta pastikan para perokok ataupun orang-orang yang baru terpapar asap rokok lingkungan untuk langsung mengganti baju dan mencuci tangan sesering mungkin terutama jika ingin menyentuh bayi anda serta barang-barang keperluan bayi anda.Referensi :1. Mayo Clinic. What is thirdhand smoke, why is it a concern? 2020. Diunduh dari: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/third-hand-smoke/faq-200577912. Healthychildren.org. Tips to keep a smoke-free home & car. 2017. Diunduh dari: https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/tobacco/Pages/Importance-of-Smoke-Free-Homes-and-Cars.aspx3. Pogodina C, Huber L R B, Racine E F, Platonova E. Smoke-free homes for smoke-free babies: the role of residential environmental tobacco smoke on low birth weight. J Community Health. 2009; Vol 34(5); 376-382.4. AAP. Smokefree homes and child health. 2020. Diunduh dari: https://downloads.aap.org/RCE/SmokefreeHomesFactsheet.pdf
dr. Buahati Sehat, Sp.A
06 September 2021
Peran Saudara Kandung di Rumah Dalam Perawatan Bayi Prematur
Pulang dengan adik baru tentunya akan terjadi banyak perubahan di rumah. Kakak juga pasti sudah menantikan lahirnya sang adik baru selama berbulan-bulan dan akan banyak macam reaksi dari mereka akan perubahan ini. Mereka mungkin akan menanyakan bagaimana kondisi adiknya, apa saja yang akan dibutuhkan adiknya, bahkan banyak perubahan dalam perilaku mereka, seperti bertingkah agak frustasi akan perubahan ini, beberapa akan menunjukkan rasa cemburu terhadap adiknya, dan mereka akan sedikit mencari perhatian anda dengan selalu meminta tolong akan hal-hal yang sebenarnya sudah mereka kuasai sebelumnya.
Respon terhadap stres anak akan hal ini berbeda-beda pada tiap anak dan tergantung pada banyak hal. Hal-hal umum yang dapat menyebabkan stres bagi si kakak baru dan beberapa reaksi yang biasanya akan muncul:
Stresor:
Takut berpisah dari orang tua
Perasaan tidak diinginkan di rumah
Reaksi umum
Menguji otoritas orang tua
Mengalami beberapa kemunduran keterampilan
Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi bagaimana sang kakak akan berperilaku ketika berada disekitar adiknya yang baru lahir:
Usia mereka saat adik baru lahir
Jenis kelamin mereka dan adik bayi
Seberapa lama sang adik tinggal di rumah sakit sebelumnya
Respon mereka terhadap proses kelahiran
Mengunjungi NICU
Bagaimana proses mereka bertemu adik bayi untuk pertama kali
Perubahan rutinitas rumah
Sebagai orang tua tentu sudah tugas anda untuk mengatasi respon mereka, bagaimanapun itu. Berikut beberapa tips yang dapat anda lakukan agar si kakak merasa bahwa ia juga ‘spesial’
Libatkan mereka dalam proses persiapan untuk membawa adik bayi pulang, ke rumah pertama kali, jika memungkinkan.
Miliki rutinitas harian setelah adik bayi pulang
Tetapkan tugas khusus bagi mereka untuk ikut merawat adik bayi, jika memungkinkan.
Biarkan mereka turut memilih mainan, buku dan pakaian untuk bayi.
Anjurkan mereka untuk sering menghabiskan waktu bersama adik bayi
Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas hanya berdua dengan mereka
Berhati-hatilah saat membuat janji kepada kakak, jangan membuat janji jika anda tidak yakin bisa menepatinya. Karena tidak dapat dipungkiri terkadang kebutuhan medis adik bayi merupakan prioritas saat ini.
Referensi :1. Tommy’s. Managing relationships after premature birth. 2020. Diunduh dari: https://www.tommys.org/pregnancy-information/premature-birth/coping-with-premature-birth/managing-relationships-after-premature-birth2. Beavis A G. What about brothers and sisters? helping siblings cope with a new baby brother or sister in the NICU. Infant. 2007. Volume 3, Issue 6; page 239-242.3. Hand to Hold. Navigating the NICU as a family: connecting siblings with NICU babies. 2017. Diunduh dari: https://handtohold.org/nicu-sibling-support/
dr. Buahati Sehat, Sp.A
06 September 2021
Biaya yang Dibutuhkan untuk Perawatan Intensif di NICU
NICU (Neonatal Intensive Care Unit) merupakan tempat pertama yang akan dituju untuk perawatan para bayi dengan kebutuhan khusus seperti bayi prematur sejak dilahirkan. Tujuan utama seorang bayi dirawat di NICU adalah untuk menjaga kelangsungan hidup bayi yang lahir dalam kondisi lemah sampai tubuhnya mampu beradaptasi sendiri biasanya dari baru lahir hingga usia 30 hari.
Bayi yang dirawat dalam ruang NICU memerlukan perawatan khusus di bawah pemantauan tim medis. Dokter dan perawat yang bertugas juga telah terlatih dalam mengurus bayi lahir prematur atau dengan kebutuhan khusus. Tujuannya adalah agar bayi bisa tetap sehat dan dapat pulang kembali ke rumah mereka.
Banyak hal yang dapat menentukan berapa lama bayi akan dirawat di ruang NICU. Beberapa pertimbangan ketika bayi sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah, yaitu:
Mampu makan tanpa bantuan selang,
Bisa bernapas dengan baik tanpa adanya perubahan di organ dalamnya,
Mampu mengatur suhu tubuhnya di luar inkubator NICU.
Bayi yang harus dirawat ke dalam ruang NICU, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan ada biaya yang mencapai Rp10-15 juta/hari karena kebutuhan dan kondisi khusus bayi itu sendiri. Biaya rata-rata perawatan NICU di Indonesia sekitar Rp 500 ribu hingga 2 juta per hari, tergantung jenis kamar, kelengkapan alat-alat, dan jenis perawatan yang dibutuhkan. Dengan jumlah tersebut, masyarakat ekonomi lemah tentu tidak mampu menjangkaunya.
Apabila bayi Anda harus mendapatkan perawatan di ruang NICU, pastikan Anda telah mendapatkan informasi yang lengkap mengenai fasilitas, biaya, serta aturan yang diterapkan rumah sakit. Berbagai informasi tersebut dapat Anda dapatkan dari dokter maupun dari petugas di rumah sakit.Sumber :1. Cheah I G S. Economic assessment of neonatal intensive care. Transl Pediatr. 2019. Volume 8(3); page 246-256.2. Narang A, Kiran P S S, Kumar P. Cost of neonatal intensive care in a tertiary care center. Indian Pediatr. 2005. Vol 42(10); 989-997.3. Shanmugasundaram R, Pdamapriya E, Shyamala J. Cost of neonatal intensive care. Indian J Peditr. 1998. Issue 65; 249-255.
dr. Buahati Sehat, Sp.A
06 September 2021
Konsultasi Bersama Buahati