Dibaca 422 Pengguna

Pentingnya Stimulasi Oral pada Bayi Prematur

Di tulis oleh
dr. Buahati Sehat, Sp.A
|
04 September 2021
pentingnya-stimulasi-oral-pada-bayi-prematur

Kesulitan minum wajar dialami oleh bayi prematur terkait kemampuan menghisap dan menelan yang belum matang. Oleh karena itu sangatlah penting dilakukan stimulasi oral pada bayi prematur. Kondisi ini dapat menyebabkan bayi lebih lambat dipulangkan dari rumah sakit disertai peningkatan biaya perawatan dan stress fisiologis yang dialami orang tua.

Agar dapat minum secara oral, bayi sangat memerlukan refleks hisap (sucking reflex) yang matang, diikuti koordinasi isap-telan-nafas yang teratur. Beberapa intervensi oromotor (gerak mulut) dapat dilakukan guna membantu transisi bayi prematur agar mampu minum secara oral, antara lain dengan stimulasi oral dan non nutritive sucking (NNS).

Berbagai studi memperlihatkan beberapa dampak positif dari stimulasi oral bagi bayi prematur, antara lain:

  • Meningkatkan efisiensi minum.
  • Mempercepat transisi untuk minum per oral.
  • Memperpendek masa rawat.

Stimulasi oral dapat dilakukan dengan cara:

  • Membiarkan bayi menghisap jari dan/atau dot selama pemberian minum melalui sonde lambung.
  • Mengusap wajah bayi menggunakan benda dengan tekstur bervariasi (lembut/halus/kasar), khususnya sebelum kita memberikan minum.
  • Meletakkan jari yang telah dicelupkan ke dalam ASI pada area gusi dan lidah dengan tekanan cukup dan diulangi sebanyak 3-4 kali.

Berbagai cara tersebut dapat dikombinasikan dengan penerapan non-nutritive sucking pada usia yang sesuai.

Selanjutnya, pemberian ASI secara oral boleh dilakukan apabila bayi prematur sudah memiliki refleks hisap yang kuat disertai koordinasi menelan yang baik. Ibu diperbolehkan segera menyusui bayi prematur lanjut (late-preterm), dengan inisiasi menyusui dini (IMD), apabila bayi lahir di usia kehamilan >34 minggu, berat lahir >2.000 gram dan bayi dalam keadaan stabil (suhu tubuh antara 36,5-37,5oC, bernapas spontan tanpa alat bantu napas).

Bila bayi sehat tetapi tidak mungkin disusui secara langsung karena refleks hisap yang masih kurang baik atau ibu tidak ada di tempat, ASI perah (ASIP) dapat diberikan dengan menggunakan sendok, pipet, atau cangkir. Cara ini dianjurkan oleh Badan Kesehatan Dunia WHO dan Baby Friendly Hospital Initiative sebagai salah satu metode alternatif pemberian minum pada bayi prematur dan telah dipraktikkan hampir di seluruh dunia.

Bila bayi sakit tetapi mampu menghisap dengan baik serta ibu tidak ada ditempat, ASIP dapat diberikan dengan menggunakan botol dan dot, tetapi harus diperhatikan faktor higienitasnya, seperti sterilitas botol. Tidak ada cara pemberian ASI yang salah atau lebih unggul antara sendok, pipet, cangkir, ataupun botol, selama disesuaikan dengan kemampuan si bayi.

Stimulasi Oromotor

Untuk dapat mengejar tumbuh-kembangnya, perlu pemberian nutrisi yang adekuat. Bayi prematur masih belum bisa mengkoordinasikan refleks menghisap dan menelan sehingga diperlukan stimulasi oromotor yang merupakan suatu stimulasi sensorik otot bibir, rahang, lidah, langit-langit lunak, otot pernapasan tenggorokan. Hal tersebut mempengaruhi fungsi mekanisme menelan-bernapas sehingga dapat meningkatkan kekuatan otot mulut dan meningkatkan kesiapan untuk minum melalui mulut pada bayi prematur.

Jenis Stimulasi Oromotor:

  1. Cheek C-stretch
undefined

Lakukan pijatan lembut pada otot-otot pipi, arah pijatan membentuk huruf C dari ujung bibir atas, telinga bawah ke arah bibir awah sebanyak 4 kali.

  1. Lip Roll dan Lip Curl
undefined

Pijat bibir tengah bagian atas ke arah kanan ujung bibir sebanyak 4 kali kemudian pijat bibir tengah bagian atas ke arah kiri ujung bibir sebanyak 4 kali.

Tekan dengan lembut bagian tengah bibir atas dan bibir bawah bergantian .

  1. Pijat Gusi

Letakkan jari pada sisi kiri gusi atas, tekan perlahan menuju gusi sisi kanan.

undefined

Pindah ke gusi bawah (hingga membentuk suatu lingkaran), tekan perlahan menuju gusi kiri.

  1. Pijat Lidah

Pijat lidah dari kiri ke kanan sebanyak 4 kali, kemudian sentuh langit-langit dan lidah bagian tengah.

undefined
  1. Merangsang proses mengisap

Letakkan empeng atau jari di dalam mulut dan biarkan bayi menghisap.

undefined

Dengan melakukan stimulasi oromotor secara rutin, baik oleh perawat maupun orangtua, tentunya kemampuan minum bayi prematur akan semakin membaik.


Refrensi:

1. Greene Z, O’Donnell CPF, Walshe M. Oral stimulation for promoting oral feeding in preterm infants. Cochrane Database of Systematic Reviews 2016, Issue 9. Art. No.: CD009720. DOI: 10.1002/14651858.CD009720.pub2


2. Bertoncelli N, Cuomo G, Cattani S, Mazzi C, Pugliese M, Coccolini E dkk. Oral Feeding Competences of Healthy Preterm Infants: A Review. Hindawi Publishing Corporation International Journal of Pediatrics. 2012 (896257):1-5.

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya


bebas-asap-rokok-di-rumah
Dibaca 412 Pengguna
Bebas Asap Rokok di Rumah
Sering terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif lebih berbahaya daripada menjadi perokok aktif. Anak-anak dan bayi masih sangat rentan jika terpapar asap rokok. Jutaan anak hidup di lingkungan perokok aktif, bahkan di lingkungan rumah mereka. Di Amerika, sebanyak 4 dari 10 bayi dan anak (40,6%) merupakan perokok pasif yang sering terpapar asap rokok langsung. Kita juga sering mendengar mengenai Third-hand smoke? Apa itu third-hand smoke? Third-hand smoke merupakan residu dari asap rokok lingkungan yang menempel di setiap permukaan yang terpapar asap rokok dari lingkungan sekitarnya. Third-hand smoke biasanya terkena permukaan baju, lantai, perabot rumah tangga, mainan, kendaraan, dan dinding. Kontak dengan permukaan yang terpapar asap rokok, juga berbahaya bagi tubuh terutama anak-anak. Anak-anak yang sering terpapar rokok baik secara langsung setelah lahir atau lahir dari ibu yang merupakan perokok aktif berisiko tinggi untuk meninggal akibat terkena Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak pada bayi. Selain SIDS, bayi yang sering terpapar asap rokok sejak usia dini akan tumbuh menjadi anak yang sering sakit, dan sering mengalami gangguan sistem pernapasannya. Asma, radang paru-paru, bronkitis, pneumonia, dan penurunan fungsi paru adalah beberapa gangguan yang bisa dialami anak jika terpapar asap rokok dalam jangka Panjang. Pada ibu hamil yang merupakan perokok pasif akan berisiko tinggi untuk melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR), dimana hal ini membuat bayi menjadi lebih lemah dan mudah terserang penyakit. Tentu anda tidak ingin hal ini terjadi pada bayi anda bukan? Oleh karena itu, penting bagi anda untuk menerapkan lingkungan rumah bebas asap rokok. Ciptakanlah lingkungan yang aman dan nyaman untuk bayi anda. Jika ada penghuni rumah yang merokok, segeralah berhenti. Namun, jika memang rumah terpapar dengan asap rokok, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah paparan melalui third-hand smoke, anda dapat mencuci dan membersihkan seluruh permukaan yang terpapar asap, membersihkan mainan dan benda-benda yang akan digunakan untuk bayi anda, cuci seluruh benda berbahan kain dirumah anda (termasuk karpet, sprei dan lain-lain), serta pastikan para perokok ataupun orang-orang yang baru terpapar asap rokok lingkungan untuk langsung mengganti baju dan mencuci tangan sesering mungkin terutama jika ingin menyentuh bayi anda serta barang-barang keperluan bayi anda.Referensi :1. Mayo Clinic. What is thirdhand smoke, why is it a concern? 2020. Diunduh dari: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/third-hand-smoke/faq-200577912. Healthychildren.org. Tips to keep a smoke-free home & car. 2017. Diunduh dari: https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/tobacco/Pages/Importance-of-Smoke-Free-Homes-and-Cars.aspx3. Pogodina C, Huber L R B, Racine E F, Platonova E. Smoke-free homes for smoke-free babies: the role of residential environmental tobacco smoke on low birth weight. J Community Health. 2009; Vol 34(5); 376-382.4. AAP. Smokefree homes and child health. 2020. Diunduh dari: https://downloads.aap.org/RCE/SmokefreeHomesFactsheet.pdf
dr. Buahati Sehat, Sp.A
06 September 2021
peran-saudara-kandung-di-rumah-dalam-perawatan-bayi-prematur
Dibaca 526 Pengguna
Peran Saudara Kandung di Rumah Dalam Perawatan Bayi Prematur
Pulang dengan adik baru tentunya akan terjadi banyak perubahan di rumah. Kakak juga pasti sudah menantikan lahirnya sang adik baru selama berbulan-bulan dan akan banyak macam reaksi dari mereka akan perubahan ini. Mereka mungkin akan menanyakan bagaimana kondisi adiknya, apa saja yang akan dibutuhkan adiknya, bahkan banyak perubahan dalam perilaku mereka, seperti bertingkah agak frustasi akan perubahan ini, beberapa akan menunjukkan rasa cemburu terhadap adiknya, dan mereka akan sedikit mencari perhatian anda dengan selalu meminta tolong akan hal-hal yang sebenarnya sudah mereka kuasai sebelumnya. Respon terhadap stres anak akan hal ini berbeda-beda pada tiap anak dan tergantung pada banyak hal. Hal-hal umum yang dapat menyebabkan stres bagi si kakak baru dan beberapa reaksi yang biasanya akan muncul: Stresor: Takut berpisah dari orang tua Perasaan tidak diinginkan di rumah Reaksi umum Menguji otoritas orang tua Mengalami beberapa kemunduran keterampilan Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi bagaimana sang kakak akan berperilaku ketika berada disekitar adiknya yang baru lahir: Usia mereka saat adik baru lahir Jenis kelamin mereka dan adik bayi Seberapa lama sang adik tinggal di rumah sakit sebelumnya Respon mereka terhadap proses kelahiran Mengunjungi NICU Bagaimana proses mereka bertemu adik bayi untuk pertama kali Perubahan rutinitas rumah Sebagai orang tua tentu sudah tugas anda untuk mengatasi respon mereka, bagaimanapun itu. Berikut beberapa tips yang dapat anda lakukan agar si kakak merasa bahwa ia juga ‘spesial’ Libatkan mereka dalam proses persiapan untuk membawa adik bayi pulang, ke rumah pertama kali, jika memungkinkan. Miliki rutinitas harian setelah adik bayi pulang Tetapkan tugas khusus bagi mereka untuk ikut merawat adik bayi, jika memungkinkan. Biarkan mereka turut memilih mainan, buku dan pakaian untuk bayi. Anjurkan mereka untuk sering menghabiskan waktu bersama adik bayi Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas hanya berdua dengan mereka Berhati-hatilah saat membuat janji kepada kakak, jangan membuat janji jika anda tidak yakin bisa menepatinya. Karena tidak dapat dipungkiri terkadang kebutuhan medis adik bayi merupakan prioritas saat ini. Referensi :1. Tommy’s. Managing relationships after premature birth. 2020. Diunduh dari: https://www.tommys.org/pregnancy-information/premature-birth/coping-with-premature-birth/managing-relationships-after-premature-birth2. Beavis A G. What about brothers and sisters? helping siblings cope with a new baby brother or sister in the NICU. Infant. 2007. Volume 3, Issue 6; page 239-242.3. Hand to Hold. Navigating the NICU as a family: connecting siblings with NICU babies. 2017. Diunduh dari: https://handtohold.org/nicu-sibling-support/
dr. Buahati Sehat, Sp.A
06 September 2021
biaya-yang-dibutuhkan-untuk-perawatan-intensif-di-nicu
Dibaca 1448 Pengguna
Biaya yang Dibutuhkan untuk Perawatan Intensif di NICU
NICU (Neonatal Intensive Care Unit) merupakan tempat pertama yang akan dituju untuk perawatan para bayi dengan kebutuhan khusus seperti bayi prematur sejak dilahirkan. Tujuan utama seorang bayi dirawat di NICU adalah untuk menjaga kelangsungan hidup bayi yang lahir dalam kondisi lemah sampai tubuhnya mampu beradaptasi sendiri biasanya dari baru lahir hingga usia 30 hari. Bayi yang dirawat dalam ruang NICU memerlukan perawatan khusus di bawah pemantauan tim medis. Dokter dan perawat yang bertugas juga telah terlatih dalam mengurus bayi lahir prematur atau dengan kebutuhan khusus. Tujuannya adalah agar bayi bisa tetap sehat dan dapat pulang kembali ke rumah mereka. Banyak hal yang dapat menentukan berapa lama bayi akan dirawat di ruang NICU. Beberapa pertimbangan ketika bayi sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah, yaitu: Mampu makan tanpa bantuan selang, Bisa bernapas dengan baik tanpa adanya perubahan di organ dalamnya, Mampu mengatur suhu tubuhnya di luar inkubator NICU. Bayi yang harus dirawat ke dalam ruang NICU, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan ada biaya yang mencapai Rp10-15 juta/hari karena kebutuhan dan kondisi khusus bayi itu sendiri. Biaya rata-rata perawatan NICU di Indonesia sekitar Rp 500 ribu hingga 2 juta per hari, tergantung jenis kamar, kelengkapan alat-alat, dan jenis perawatan yang dibutuhkan. Dengan jumlah tersebut, masyarakat ekonomi lemah tentu tidak mampu menjangkaunya. Apabila bayi Anda harus mendapatkan perawatan di ruang NICU, pastikan Anda telah mendapatkan informasi yang lengkap mengenai fasilitas, biaya, serta aturan yang diterapkan rumah sakit. Berbagai informasi tersebut dapat Anda dapatkan dari dokter maupun dari petugas di rumah sakit.Sumber :1. Cheah I G S. Economic assessment of neonatal intensive care. Transl Pediatr. 2019. Volume 8(3); page 246-256.2. Narang A, Kiran P S S, Kumar P. Cost of neonatal intensive care in a tertiary care center. Indian Pediatr. 2005. Vol 42(10); 989-997.3. Shanmugasundaram R, Pdamapriya E, Shyamala J. Cost of neonatal intensive care. Indian J Peditr. 1998. Issue 65; 249-255.
dr. Buahati Sehat, Sp.A
06 September 2021
Konsultasi Bersama Buahati