Dibaca 313 Pengguna

Persiapan sebelum bayi lahir

Di tulis oleh
dr. Buahati Sehat, Sp.A
|
06 September 2021
persiapan-sebelum-bayi-lahir

Banyak persiapan yang perlu dilakukan sebelum menyambut kelahiran sang buah hati. Namun mungkin berbeda dengan bayi yang harus terlahir prematur, lebih awal dari waktu yang diperkirakan. Perlu persiapan ekstra bagi calon orang tua yang akan melahirkan bayi prematur, karena memang masih banyak perjalanan yang harus dilalui nantinya. Orang tua mungkin sudah memiliki rencana cara melahirkan bagaimana, seperti berencana untuk melahirkan di rumah. Tapi mungkin rencana ini harus berubah saat anda akan melahirkan bayi prematur.

Jika anda tahu bahwa anda mungkin akan melahirkan bayi secara prematur dan bayi anda akan tinggal di rumah sakit dalam waktu lama, sangat normal jika anda memiliki emosi yang campur aduk. Bisa saja anda merasa senang, bahagia, sedih, takut, dan panik secara bersamaan. Akan sangat membantu jika anda mulai membaca informasi mengenai persiapan melahirkan bayi prematur. Mulailah berkonsultasi dengan dokter atau perawat mengenai proses persalinan dan bagaimana perawatan bayi nantinya. Berbicara dengan ibu yang pernah melahirkan prematur juga bisa membantu.

Berikut beberapa hal penting yang dapat dipersiapkan sebelum melahirkan:

1. Tetap tenang sebelum melahirkan

Anda mungkin merasa bingung atau kewalahan menjelang hari kelahiran. Berikut beberapa strategi yang bisa membantu Anda tetap tenang:

  • Lakukan latihan bernapas, relaksasi otot, dan tenangkan pikiran anda
  • Lakukan aktivitas dan hobi yang dapat membuat anda lebih relax.
  • Fokus dengan apa yang akan anda lakukan hari ini, jangan terlalu mengkhawatirkan apa yang akan terjadi besok
  • Minta bantuan jika perlu. Curahkan perasaan dan pikiran anda kepada keluarga atau sahabat terdekat anda
  • Tetap berpikiran positif

2. Mulai cari tahu apa itu neonatal intensive care unit (NICU)

Bayi anda mungkin akan di rawat di NICU setelah lahir. Bayi yang dirawat di NICU akan menggunakan banyak alat dan teknologi di sekitarnya, yang mungkin bisa membuat anda sedikit kewalahan dan menakutkan anda. Minta dokter atau perawat untuk mengizinkan anda masuk dan mengenali NICU sebelum melahirkan, hal ini akan lebih memudahkan anda ketika nanti mengunjungi bayi anda disana.

3. Persiapkan keluarga dan kakak dari calon bayi

Ada baiknya untuk berbicara dengan anak anda yang lain sebelum anda pergi ke rumah sakit. Berbicara dengan anak anda tentang apa yang terjadi dapat membantu mereka untuk tidak merasa terlalu cemas dan bingung tentang perubahan rencana mengenai calon adik mereka. Mereka mungkin khawatir akan kondisi adik bayinya yang lahir lebih awal, atau bahkan khawatir tentang kondisi anda. Anda dapat memberitahu mereka bahwa mereka bahwa semua akan baik-baik saja

Penting juga bagi anda untuk memberitahu bahwa anda akan menghabiskan banyak waktu di rumah sakit. Hal ini dapat membantu anak anda memahami bahwa ia harus bekerjasama dengan siapa yang akan merawatnya di rumah untuk sementara waktu. Tetap kabari dan hubungi keluarga anda di rumah sesibuk apapun anda nanti di rumah sakit, mereka juga ingin tahu bagaimana perkembangan di rumah sakit.

4. Persiapkan stok bahan-bahan rumah tangga

Persiapkan stok lemari pendingin rumah anda dengan bahan-bahan makanan dengan jumlah cukup. Makanan beku yang bisa dimasak di rumah merupakan pilihan yang bisa anda pertimbangkan.

5. Persiapkan perawatan anak anda yang lain

Minta tolong teman, orang tua atau kakak/adik anda untuk menjaga anak-anak anda selama anda berada di rumah sakit.

6. Persiapan sebelum berangkat ke rumah sakit

Persiapkan seluruh hal-hal yang akan diperlukan saat melahirkan nanti, jika tidak sempat membereskan hal ini, anda dapat memberikan daftar barang-barang apa saja yang perlu untuk dibawakan oleh kerabat anda ke rumah sakit.

Sumber:

1. Parents. 13 tips to help you prepare for childbirth and labor. 2015. Diunduh dari: https://www.parents.com/pregnancy/giving-birth/labor-and-delivery/8-steps-to-a-less-stressful-labor/

2.
Kaiser Permanente. Checklist: prepare for delivery. 2019. Diunduh dari: https://wa.kaiserpermanente.org/healthAndWellness/index.jhtml?item=%2Fcommon%2FhealthAndWellness%2Fpregnancy%2Fpregnancy%2FthirdChecklists.html

3.
Kernodle Clinic. Preparing for baby: 10 things to do before you give birth. 2020. Diunduh dari: https://www.kernodle.com/obgyn_blog/preparing-for-baby/

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya


bebas-asap-rokok-di-rumah
Dibaca 412 Pengguna
Bebas Asap Rokok di Rumah
Sering terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif lebih berbahaya daripada menjadi perokok aktif. Anak-anak dan bayi masih sangat rentan jika terpapar asap rokok. Jutaan anak hidup di lingkungan perokok aktif, bahkan di lingkungan rumah mereka. Di Amerika, sebanyak 4 dari 10 bayi dan anak (40,6%) merupakan perokok pasif yang sering terpapar asap rokok langsung. Kita juga sering mendengar mengenai Third-hand smoke? Apa itu third-hand smoke? Third-hand smoke merupakan residu dari asap rokok lingkungan yang menempel di setiap permukaan yang terpapar asap rokok dari lingkungan sekitarnya. Third-hand smoke biasanya terkena permukaan baju, lantai, perabot rumah tangga, mainan, kendaraan, dan dinding. Kontak dengan permukaan yang terpapar asap rokok, juga berbahaya bagi tubuh terutama anak-anak. Anak-anak yang sering terpapar rokok baik secara langsung setelah lahir atau lahir dari ibu yang merupakan perokok aktif berisiko tinggi untuk meninggal akibat terkena Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak pada bayi. Selain SIDS, bayi yang sering terpapar asap rokok sejak usia dini akan tumbuh menjadi anak yang sering sakit, dan sering mengalami gangguan sistem pernapasannya. Asma, radang paru-paru, bronkitis, pneumonia, dan penurunan fungsi paru adalah beberapa gangguan yang bisa dialami anak jika terpapar asap rokok dalam jangka Panjang. Pada ibu hamil yang merupakan perokok pasif akan berisiko tinggi untuk melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR), dimana hal ini membuat bayi menjadi lebih lemah dan mudah terserang penyakit. Tentu anda tidak ingin hal ini terjadi pada bayi anda bukan? Oleh karena itu, penting bagi anda untuk menerapkan lingkungan rumah bebas asap rokok. Ciptakanlah lingkungan yang aman dan nyaman untuk bayi anda. Jika ada penghuni rumah yang merokok, segeralah berhenti. Namun, jika memang rumah terpapar dengan asap rokok, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah paparan melalui third-hand smoke, anda dapat mencuci dan membersihkan seluruh permukaan yang terpapar asap, membersihkan mainan dan benda-benda yang akan digunakan untuk bayi anda, cuci seluruh benda berbahan kain dirumah anda (termasuk karpet, sprei dan lain-lain), serta pastikan para perokok ataupun orang-orang yang baru terpapar asap rokok lingkungan untuk langsung mengganti baju dan mencuci tangan sesering mungkin terutama jika ingin menyentuh bayi anda serta barang-barang keperluan bayi anda.Referensi :1. Mayo Clinic. What is thirdhand smoke, why is it a concern? 2020. Diunduh dari: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/third-hand-smoke/faq-200577912. Healthychildren.org. Tips to keep a smoke-free home & car. 2017. Diunduh dari: https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/tobacco/Pages/Importance-of-Smoke-Free-Homes-and-Cars.aspx3. Pogodina C, Huber L R B, Racine E F, Platonova E. Smoke-free homes for smoke-free babies: the role of residential environmental tobacco smoke on low birth weight. J Community Health. 2009; Vol 34(5); 376-382.4. AAP. Smokefree homes and child health. 2020. Diunduh dari: https://downloads.aap.org/RCE/SmokefreeHomesFactsheet.pdf
dr. Buahati Sehat, Sp.A
06 September 2021
peran-saudara-kandung-di-rumah-dalam-perawatan-bayi-prematur
Dibaca 526 Pengguna
Peran Saudara Kandung di Rumah Dalam Perawatan Bayi Prematur
Pulang dengan adik baru tentunya akan terjadi banyak perubahan di rumah. Kakak juga pasti sudah menantikan lahirnya sang adik baru selama berbulan-bulan dan akan banyak macam reaksi dari mereka akan perubahan ini. Mereka mungkin akan menanyakan bagaimana kondisi adiknya, apa saja yang akan dibutuhkan adiknya, bahkan banyak perubahan dalam perilaku mereka, seperti bertingkah agak frustasi akan perubahan ini, beberapa akan menunjukkan rasa cemburu terhadap adiknya, dan mereka akan sedikit mencari perhatian anda dengan selalu meminta tolong akan hal-hal yang sebenarnya sudah mereka kuasai sebelumnya. Respon terhadap stres anak akan hal ini berbeda-beda pada tiap anak dan tergantung pada banyak hal. Hal-hal umum yang dapat menyebabkan stres bagi si kakak baru dan beberapa reaksi yang biasanya akan muncul: Stresor: Takut berpisah dari orang tua Perasaan tidak diinginkan di rumah Reaksi umum Menguji otoritas orang tua Mengalami beberapa kemunduran keterampilan Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi bagaimana sang kakak akan berperilaku ketika berada disekitar adiknya yang baru lahir: Usia mereka saat adik baru lahir Jenis kelamin mereka dan adik bayi Seberapa lama sang adik tinggal di rumah sakit sebelumnya Respon mereka terhadap proses kelahiran Mengunjungi NICU Bagaimana proses mereka bertemu adik bayi untuk pertama kali Perubahan rutinitas rumah Sebagai orang tua tentu sudah tugas anda untuk mengatasi respon mereka, bagaimanapun itu. Berikut beberapa tips yang dapat anda lakukan agar si kakak merasa bahwa ia juga ‘spesial’ Libatkan mereka dalam proses persiapan untuk membawa adik bayi pulang, ke rumah pertama kali, jika memungkinkan. Miliki rutinitas harian setelah adik bayi pulang Tetapkan tugas khusus bagi mereka untuk ikut merawat adik bayi, jika memungkinkan. Biarkan mereka turut memilih mainan, buku dan pakaian untuk bayi. Anjurkan mereka untuk sering menghabiskan waktu bersama adik bayi Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas hanya berdua dengan mereka Berhati-hatilah saat membuat janji kepada kakak, jangan membuat janji jika anda tidak yakin bisa menepatinya. Karena tidak dapat dipungkiri terkadang kebutuhan medis adik bayi merupakan prioritas saat ini. Referensi :1. Tommy’s. Managing relationships after premature birth. 2020. Diunduh dari: https://www.tommys.org/pregnancy-information/premature-birth/coping-with-premature-birth/managing-relationships-after-premature-birth2. Beavis A G. What about brothers and sisters? helping siblings cope with a new baby brother or sister in the NICU. Infant. 2007. Volume 3, Issue 6; page 239-242.3. Hand to Hold. Navigating the NICU as a family: connecting siblings with NICU babies. 2017. Diunduh dari: https://handtohold.org/nicu-sibling-support/
dr. Buahati Sehat, Sp.A
06 September 2021
biaya-yang-dibutuhkan-untuk-perawatan-intensif-di-nicu
Dibaca 1448 Pengguna
Biaya yang Dibutuhkan untuk Perawatan Intensif di NICU
NICU (Neonatal Intensive Care Unit) merupakan tempat pertama yang akan dituju untuk perawatan para bayi dengan kebutuhan khusus seperti bayi prematur sejak dilahirkan. Tujuan utama seorang bayi dirawat di NICU adalah untuk menjaga kelangsungan hidup bayi yang lahir dalam kondisi lemah sampai tubuhnya mampu beradaptasi sendiri biasanya dari baru lahir hingga usia 30 hari. Bayi yang dirawat dalam ruang NICU memerlukan perawatan khusus di bawah pemantauan tim medis. Dokter dan perawat yang bertugas juga telah terlatih dalam mengurus bayi lahir prematur atau dengan kebutuhan khusus. Tujuannya adalah agar bayi bisa tetap sehat dan dapat pulang kembali ke rumah mereka. Banyak hal yang dapat menentukan berapa lama bayi akan dirawat di ruang NICU. Beberapa pertimbangan ketika bayi sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah, yaitu: Mampu makan tanpa bantuan selang, Bisa bernapas dengan baik tanpa adanya perubahan di organ dalamnya, Mampu mengatur suhu tubuhnya di luar inkubator NICU. Bayi yang harus dirawat ke dalam ruang NICU, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan ada biaya yang mencapai Rp10-15 juta/hari karena kebutuhan dan kondisi khusus bayi itu sendiri. Biaya rata-rata perawatan NICU di Indonesia sekitar Rp 500 ribu hingga 2 juta per hari, tergantung jenis kamar, kelengkapan alat-alat, dan jenis perawatan yang dibutuhkan. Dengan jumlah tersebut, masyarakat ekonomi lemah tentu tidak mampu menjangkaunya. Apabila bayi Anda harus mendapatkan perawatan di ruang NICU, pastikan Anda telah mendapatkan informasi yang lengkap mengenai fasilitas, biaya, serta aturan yang diterapkan rumah sakit. Berbagai informasi tersebut dapat Anda dapatkan dari dokter maupun dari petugas di rumah sakit.Sumber :1. Cheah I G S. Economic assessment of neonatal intensive care. Transl Pediatr. 2019. Volume 8(3); page 246-256.2. Narang A, Kiran P S S, Kumar P. Cost of neonatal intensive care in a tertiary care center. Indian Pediatr. 2005. Vol 42(10); 989-997.3. Shanmugasundaram R, Pdamapriya E, Shyamala J. Cost of neonatal intensive care. Indian J Peditr. 1998. Issue 65; 249-255.
dr. Buahati Sehat, Sp.A
06 September 2021
Konsultasi Bersama Buahati