Dibaca 295 Pengguna

Pulang dengan Trakeostomi

Di tulis oleh
dr. Buahati Sehat, Sp.A
|
05 September 2021
pulang-dengan-trakeostomi

Bayi prematur lahir dengan keadaan saluran napas dan paru yang belum berkembang secara sempurna, terlebih lagi jika lahir kurang dari 32 minggu usia kehamilan. Hal ini meningkatkan risiko bayi mendapatkan bantuan napas berupa ventilator menggunakan selang napas ke tenggorokannya (intubasi). Adanya berbagai penyulit seperti masalah jantung, infeksi berulang, perdarahan otak, membuat bayi prematur semakin lama menggunakan ventilator. Ventilator ibarat pisau bermata dua, di satu sisi dia membantu dalam mengatasi gangguan napas pada pasien, namun di sisi lain akan meningkatkan risiko kerusakan paru dan infeksi terkait ventilator. Untuk menghindari kerusakan dan infeksi lanjut, adakalanya bayi akan dipasangkan trakeostomi sebagai alternatif bantuan napasnya. Tidak sedikit juga bayi prematur akan pulang masih dengan trakeostomi yang terpasang di lehernya. Apa itu trakeostomi?

Bisa sangat menakutkan dan menyedihkan ketika pertama kali tahu bahwa bayi prematur Anda perlu tindakan pemasangan trakeostomi. Ini akan menjadi keputusan yang sulit, tetapi ingatlah selalu bahwa orang tua akan melakukan apapun untuk bayinya. Jangan takut untuk bertanya kepada dokter dan ajukan semua pertanyaan yang dibutuhkan mengenai pengambilan keputusan ini. Ingat bahwa meskipun menakutkan, trakeostomi adalah cara untuk memberikan bayi prematur jalan napas yang nyaman dan membebaskan mereka dari intubasi dan risiko komplikasi ventilator berkepanjangan.

Bayi sangat kuat dan memiliki caranya sendiri untuk bertahan dan beradaptasi. Bayi akan segera terbiasa dengan berbagai hal karena hanya itulah yang mereka ketahui, jadi jika telah diputuskan untuk melakukan tindakan trakeostomi, ikuti petunjuk, arahan, dan aturan yang telah disampaikan oleh tim dokter. Walaupun pada awalnya mengalami kesulitan dari berbagai hal, orangtua harus belajar untuk bersikap fleksibel dan cepat beradaptasi. Hal ini akan membantu orang tua selama perjalanan panjang yang sangat emosional dalam merawat bayi prematur dengan trakeostomi. Selalu berpikir positif, penuh harapan yang baik, dan berkomunikasi dengan bayi Anda untuk mendukungnya saat dibutuhkan. Dengan keadaan seperti ini, dia lebih sangat membutuhkan dukungan orang tua.

Trakeostomi bisa bersifat sementara atau bahkan permanen. Dokter akan menjelaskan kebutuhan khusus bayi Anda sebelum operasi. Ketika ia telah pulih dari operasi, para dokter akan meninjau kembali kebutuhannya dan mendiskusikannya dengan Anda. Terkadang trakeostomi bersifat permanen. Banyak anak yang menjalani trakeostomi mungkin perlu menggunakan ventilator di rumah. Namun demikian, hal ini jauh lebih kecil komplikasinya dibandingkan ventilator dengan intubasi.

Jika Anda menyetujui trakeostomi untuk anak Anda, Anda akan belajar cara merawat trakeostomi, seperti:

  • Penyedotan (suctioning)
  • Mengganti cincin trakeostomi
  • Melakukan resusitasi dengan trakeostomi
  • Membersihkan trakeostomi
  • Mengganti tabung trakeostomi
  • Bagaimana mengatasi jika terjadi masalah tertentu, seperti jika terlepas
  • Terapi pendukung lainnya seperti terapi inhalasi dan fisioterapi
  • Mengenali tanda gawat napas dan lainnya.

Setelah bayi Anda mendapatkan trakeostomi, cobalah untuk meluangkan waktu di rumah sakit, perhatikan, pelajari dan praktekkan hal-hal yang berhubungan dengan perawatan trakeostominya. Waktu di rumah sakit sebelum pulang, ada kesempatan besar untuk benar-benar akrab dan nyaman dengan trakeostomi bayi Anda. Ada juga perawat serta tim medis yang akan memberikan tips dan membantu saat Anda mempraktikkan perawatan trakeostomi, penggantian trakeostomi, dan hal lainnya.

Jangan menunggu untuk mempelajari semuanya selama pelatihan khusus trakeostomi. Manfaatkan setiap waktu saat berada di rumah sakit bersama bayi Anda untuk melakukan banyak hal untuk merawat bayi Anda. Beri tahu perawat bahwa Anda ingin belajar bagaimana melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan bayi Anda dan minta mereka untuk mengajari dan melatih Anda hingga memungkinkan bagi Anda untuk mencoba melakukannya sendiri.

Dan terakhir, ingatlah untuk menikmati setiap momen dengan bayi prematur Anda tidak peduli seberapa besar tantangan yang Anda hadapi. Bayi kita adalah keajaiban kecil yang luar biasa yang berjuang keras untuk hidup setiap hari, dan mereka menginspirasi kita untuk menjadi kuat dan mengingatkan kita betapa berharganya hidup. Meskipun semua ini mungkin tidak seperti yang Anda bayangkan atau harapkan, namun ini merupakan berkat terbesar bagi Anda dipilih menjadi orang tua prematur. Ingatlah selalu, bayi Anda sempurna apa adanya, trakeostomi hanyalah bagian kecil dari bayi Anda.

Referensi:

1. Joseph RA. Tracheostomy in infants: Parent education for home care. 2011;30(4):231-42.


2. Watters KF. Tracheostomy in infants and children. Respir. Care. 2107;62(6):799-825.

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya


bebas-asap-rokok-di-rumah
Dibaca 412 Pengguna
Bebas Asap Rokok di Rumah
Sering terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif lebih berbahaya daripada menjadi perokok aktif. Anak-anak dan bayi masih sangat rentan jika terpapar asap rokok. Jutaan anak hidup di lingkungan perokok aktif, bahkan di lingkungan rumah mereka. Di Amerika, sebanyak 4 dari 10 bayi dan anak (40,6%) merupakan perokok pasif yang sering terpapar asap rokok langsung. Kita juga sering mendengar mengenai Third-hand smoke? Apa itu third-hand smoke? Third-hand smoke merupakan residu dari asap rokok lingkungan yang menempel di setiap permukaan yang terpapar asap rokok dari lingkungan sekitarnya. Third-hand smoke biasanya terkena permukaan baju, lantai, perabot rumah tangga, mainan, kendaraan, dan dinding. Kontak dengan permukaan yang terpapar asap rokok, juga berbahaya bagi tubuh terutama anak-anak. Anak-anak yang sering terpapar rokok baik secara langsung setelah lahir atau lahir dari ibu yang merupakan perokok aktif berisiko tinggi untuk meninggal akibat terkena Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak pada bayi. Selain SIDS, bayi yang sering terpapar asap rokok sejak usia dini akan tumbuh menjadi anak yang sering sakit, dan sering mengalami gangguan sistem pernapasannya. Asma, radang paru-paru, bronkitis, pneumonia, dan penurunan fungsi paru adalah beberapa gangguan yang bisa dialami anak jika terpapar asap rokok dalam jangka Panjang. Pada ibu hamil yang merupakan perokok pasif akan berisiko tinggi untuk melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR), dimana hal ini membuat bayi menjadi lebih lemah dan mudah terserang penyakit. Tentu anda tidak ingin hal ini terjadi pada bayi anda bukan? Oleh karena itu, penting bagi anda untuk menerapkan lingkungan rumah bebas asap rokok. Ciptakanlah lingkungan yang aman dan nyaman untuk bayi anda. Jika ada penghuni rumah yang merokok, segeralah berhenti. Namun, jika memang rumah terpapar dengan asap rokok, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah paparan melalui third-hand smoke, anda dapat mencuci dan membersihkan seluruh permukaan yang terpapar asap, membersihkan mainan dan benda-benda yang akan digunakan untuk bayi anda, cuci seluruh benda berbahan kain dirumah anda (termasuk karpet, sprei dan lain-lain), serta pastikan para perokok ataupun orang-orang yang baru terpapar asap rokok lingkungan untuk langsung mengganti baju dan mencuci tangan sesering mungkin terutama jika ingin menyentuh bayi anda serta barang-barang keperluan bayi anda.Referensi :1. Mayo Clinic. What is thirdhand smoke, why is it a concern? 2020. Diunduh dari: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/third-hand-smoke/faq-200577912. Healthychildren.org. Tips to keep a smoke-free home & car. 2017. Diunduh dari: https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/tobacco/Pages/Importance-of-Smoke-Free-Homes-and-Cars.aspx3. Pogodina C, Huber L R B, Racine E F, Platonova E. Smoke-free homes for smoke-free babies: the role of residential environmental tobacco smoke on low birth weight. J Community Health. 2009; Vol 34(5); 376-382.4. AAP. Smokefree homes and child health. 2020. Diunduh dari: https://downloads.aap.org/RCE/SmokefreeHomesFactsheet.pdf
dr. Buahati Sehat, Sp.A
06 September 2021
peran-saudara-kandung-di-rumah-dalam-perawatan-bayi-prematur
Dibaca 526 Pengguna
Peran Saudara Kandung di Rumah Dalam Perawatan Bayi Prematur
Pulang dengan adik baru tentunya akan terjadi banyak perubahan di rumah. Kakak juga pasti sudah menantikan lahirnya sang adik baru selama berbulan-bulan dan akan banyak macam reaksi dari mereka akan perubahan ini. Mereka mungkin akan menanyakan bagaimana kondisi adiknya, apa saja yang akan dibutuhkan adiknya, bahkan banyak perubahan dalam perilaku mereka, seperti bertingkah agak frustasi akan perubahan ini, beberapa akan menunjukkan rasa cemburu terhadap adiknya, dan mereka akan sedikit mencari perhatian anda dengan selalu meminta tolong akan hal-hal yang sebenarnya sudah mereka kuasai sebelumnya. Respon terhadap stres anak akan hal ini berbeda-beda pada tiap anak dan tergantung pada banyak hal. Hal-hal umum yang dapat menyebabkan stres bagi si kakak baru dan beberapa reaksi yang biasanya akan muncul: Stresor: Takut berpisah dari orang tua Perasaan tidak diinginkan di rumah Reaksi umum Menguji otoritas orang tua Mengalami beberapa kemunduran keterampilan Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi bagaimana sang kakak akan berperilaku ketika berada disekitar adiknya yang baru lahir: Usia mereka saat adik baru lahir Jenis kelamin mereka dan adik bayi Seberapa lama sang adik tinggal di rumah sakit sebelumnya Respon mereka terhadap proses kelahiran Mengunjungi NICU Bagaimana proses mereka bertemu adik bayi untuk pertama kali Perubahan rutinitas rumah Sebagai orang tua tentu sudah tugas anda untuk mengatasi respon mereka, bagaimanapun itu. Berikut beberapa tips yang dapat anda lakukan agar si kakak merasa bahwa ia juga ‘spesial’ Libatkan mereka dalam proses persiapan untuk membawa adik bayi pulang, ke rumah pertama kali, jika memungkinkan. Miliki rutinitas harian setelah adik bayi pulang Tetapkan tugas khusus bagi mereka untuk ikut merawat adik bayi, jika memungkinkan. Biarkan mereka turut memilih mainan, buku dan pakaian untuk bayi. Anjurkan mereka untuk sering menghabiskan waktu bersama adik bayi Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas hanya berdua dengan mereka Berhati-hatilah saat membuat janji kepada kakak, jangan membuat janji jika anda tidak yakin bisa menepatinya. Karena tidak dapat dipungkiri terkadang kebutuhan medis adik bayi merupakan prioritas saat ini. Referensi :1. Tommy’s. Managing relationships after premature birth. 2020. Diunduh dari: https://www.tommys.org/pregnancy-information/premature-birth/coping-with-premature-birth/managing-relationships-after-premature-birth2. Beavis A G. What about brothers and sisters? helping siblings cope with a new baby brother or sister in the NICU. Infant. 2007. Volume 3, Issue 6; page 239-242.3. Hand to Hold. Navigating the NICU as a family: connecting siblings with NICU babies. 2017. Diunduh dari: https://handtohold.org/nicu-sibling-support/
dr. Buahati Sehat, Sp.A
06 September 2021
biaya-yang-dibutuhkan-untuk-perawatan-intensif-di-nicu
Dibaca 1448 Pengguna
Biaya yang Dibutuhkan untuk Perawatan Intensif di NICU
NICU (Neonatal Intensive Care Unit) merupakan tempat pertama yang akan dituju untuk perawatan para bayi dengan kebutuhan khusus seperti bayi prematur sejak dilahirkan. Tujuan utama seorang bayi dirawat di NICU adalah untuk menjaga kelangsungan hidup bayi yang lahir dalam kondisi lemah sampai tubuhnya mampu beradaptasi sendiri biasanya dari baru lahir hingga usia 30 hari. Bayi yang dirawat dalam ruang NICU memerlukan perawatan khusus di bawah pemantauan tim medis. Dokter dan perawat yang bertugas juga telah terlatih dalam mengurus bayi lahir prematur atau dengan kebutuhan khusus. Tujuannya adalah agar bayi bisa tetap sehat dan dapat pulang kembali ke rumah mereka. Banyak hal yang dapat menentukan berapa lama bayi akan dirawat di ruang NICU. Beberapa pertimbangan ketika bayi sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah, yaitu: Mampu makan tanpa bantuan selang, Bisa bernapas dengan baik tanpa adanya perubahan di organ dalamnya, Mampu mengatur suhu tubuhnya di luar inkubator NICU. Bayi yang harus dirawat ke dalam ruang NICU, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan ada biaya yang mencapai Rp10-15 juta/hari karena kebutuhan dan kondisi khusus bayi itu sendiri. Biaya rata-rata perawatan NICU di Indonesia sekitar Rp 500 ribu hingga 2 juta per hari, tergantung jenis kamar, kelengkapan alat-alat, dan jenis perawatan yang dibutuhkan. Dengan jumlah tersebut, masyarakat ekonomi lemah tentu tidak mampu menjangkaunya. Apabila bayi Anda harus mendapatkan perawatan di ruang NICU, pastikan Anda telah mendapatkan informasi yang lengkap mengenai fasilitas, biaya, serta aturan yang diterapkan rumah sakit. Berbagai informasi tersebut dapat Anda dapatkan dari dokter maupun dari petugas di rumah sakit.Sumber :1. Cheah I G S. Economic assessment of neonatal intensive care. Transl Pediatr. 2019. Volume 8(3); page 246-256.2. Narang A, Kiran P S S, Kumar P. Cost of neonatal intensive care in a tertiary care center. Indian Pediatr. 2005. Vol 42(10); 989-997.3. Shanmugasundaram R, Pdamapriya E, Shyamala J. Cost of neonatal intensive care. Indian J Peditr. 1998. Issue 65; 249-255.
dr. Buahati Sehat, Sp.A
06 September 2021
Konsultasi Bersama Buahati