Dibaca 291 Pengguna

Stimulasi Bayi Prematur

Di tulis oleh
dr. Buahati Sehat, Sp.A
|
05 September 2021
stimulasi-bayi-prematur

Kita telah kenal mengenai konsep ASAH, ASI, ASUH dalam mendukung proses tumbuh kembang seorang anak. ASAH, dalam hal ini stimulasi penting dilakukan kepada bayi bahkan segera setelah ia lahir. Terlebih lagi bayi prematur yang lahir dengan perkembangan organ yang masih belum sempurna, stimulasi yang tepat turut berperan terhadap perkembangannya kelak. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menstimulasi bayi baru lahir termasuk bayi prematur. Pada artikel ini sekilas akan dibahas mengenai berbagai stimulasi kemampuan sensorik pada seorang bayi.

Stimulasi Penglihatan

Ketika usianya memasuki 4 bulan, bayi mulai mampu membedakan berbagai warna. Untuk menstimulasi penglihatannya, orang tua dapat melakukan beberapa cara berikut ini:

  • Mendekorasi kamar bayi dengan warna yang cerah dan pola yang menarik.
  • Berbicara dengan bayi meski ia belum memahami maksud perkataan orang lain. Hal ini dapat merangsang kemampuan bayi dalam mendeteksi perubahan ekspresi wajah orang-orang di sekitarnya.
  • Bermain cilukba, terutama saat bayi mulai berusia 4 bulan. Hal ini berguna untuk membantu koordinasi gerakan mata dan tangannya.

Ada berbagai permainan bayi yang dapat melatih indra penglihatan, pendengaran, dan peraba seperti mainan bertekstur, mainan yang dilengkapi musik, atau pun cermin anti pecah. Untuk merangsang indra penglihatannya, orang tua dapat memilih mainan dengan motif dan warna kontras.

Stimulasi Pendengaran

Bayi sebenarnya sudah dapat mendengar sejak masih berada di dalam kandungan. Saat masih di dalam rahim, bayi sudah bisa mendengar suara detak jantung ibu, suara pergerakan saluran cerna, dan juga suara ibu dan ayah.

Untuk menstimulasi pendengaran bayi, dapat mengajaknya berbicara, bernyanyi, atau menceritakan sebuah dongeng. Orang tua juga dapat memutar musik dengan irama yang lembut dan menenangkan.

Aktivitas tersebut mampu melatih kemampuan bayi dalam merespon suara dan meningkatkan kosakatanya kelak saat ia mulai belajar bicara. Lakukan setidaknya 10 menit setiap harinya.

Stimulasi Perabaan

Orang tua dapat menstimulasi indra peraba bayi dengan memeluk atau menggendongnya. Bunda dan Ayah juga bisa mencoba metode kanguru (KMC). Selain membuatnya merasa nyaman, metode tersebut juga dapat memperkuat ikatan antara orang tua dan bayi.

Tak hanya dengan sering memeluk atau menggendong bayi, juga bisa memberikannya mainan atau buku yang dilengkapi dengan gambar timbul dan bertekstur halus untuk ia sentuh.

Stimulasi Penciuman

Untuk merangsang indra penciuman bayi, kita bisa menggunakan aromaterapi dengan wangi yang lembut, seperti lavender, daun mint, minyak telon, dan minyak almond. Selain menstimulasi penciuman bayi, aroma ini juga dapat membuat bayi lebih tenang.

Meski demikian, ketika hendak memberikan stimulasi pada indra penciuman bayi, orang tua sebaiknya tidak memberikan aroma yang terlalu tajam, seperti parfum atau pewangi ruangan. Hindari juga pemberian aromaterapi yang membuatnya tampak rewel dan merasa tidak nyaman.

Stimulasi Pengecapan

Pengenalan rasa sudah dimulai sejak dalam kandungan. Saat sudah memulai waktu MPASI, untuk membiasakan bayi mengonsumsi berbagai jenis makanan sekaligus menstimulasi indra perasanya, kita bisa memberikannya berbagai jenis makanan dengan tekstur dan rasa yang berbeda. Selain untuk menstimulasi indra perasa bayi, memberikan makanan dengan berbagai jenis rasa juga mampu mencegah bayi menjadi pemilih makanan atau picky eater nantinya.

Tahap perkembangan tiap bayi pasti berbeda-beda. Jangan memaksakan untuk menstimulasi bayi hingga ia menjadi rewel atau overstimulasi. Bagaimana mencegahnya? Trik nya sangat mudah hanya dengan memperhatikan dan kemudian menangkap sinyal yang mereka berikan dengan mengurangi stimulus. Pelajari sampai kita menemukan jumlah stimulus yang "tepat" baginya. Anda harus bereksperimen dan mencari tahu sinyal yang mereka berikan. Biarkan dia memimpin, kenali apa yang ia senangi, ikuti apa yang mereka inginkan, peka pada setiap respon yang diberikan selama stimulasi berjalan. Hal ini penting agar proses stimulasi yang dilakukan dirasakan nyaman buat mereka dan tentunya efektif guna mendukung perkembangannya.


Referensi :

1. Hardin, et al. (2020). Parent-Training With Kangaroo Care Impacts Infant Neurophysiological Development & Mother-Infant Neuroendocrine Activity. Infant Behavior & Development, 58, pp. 101416.


2. National Health Service UK (2018). Pregnancy and Baby. Baby and Toddler Play Ideas.

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya


bebas-asap-rokok-di-rumah
Dibaca 412 Pengguna
Bebas Asap Rokok di Rumah
Sering terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif lebih berbahaya daripada menjadi perokok aktif. Anak-anak dan bayi masih sangat rentan jika terpapar asap rokok. Jutaan anak hidup di lingkungan perokok aktif, bahkan di lingkungan rumah mereka. Di Amerika, sebanyak 4 dari 10 bayi dan anak (40,6%) merupakan perokok pasif yang sering terpapar asap rokok langsung. Kita juga sering mendengar mengenai Third-hand smoke? Apa itu third-hand smoke? Third-hand smoke merupakan residu dari asap rokok lingkungan yang menempel di setiap permukaan yang terpapar asap rokok dari lingkungan sekitarnya. Third-hand smoke biasanya terkena permukaan baju, lantai, perabot rumah tangga, mainan, kendaraan, dan dinding. Kontak dengan permukaan yang terpapar asap rokok, juga berbahaya bagi tubuh terutama anak-anak. Anak-anak yang sering terpapar rokok baik secara langsung setelah lahir atau lahir dari ibu yang merupakan perokok aktif berisiko tinggi untuk meninggal akibat terkena Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak pada bayi. Selain SIDS, bayi yang sering terpapar asap rokok sejak usia dini akan tumbuh menjadi anak yang sering sakit, dan sering mengalami gangguan sistem pernapasannya. Asma, radang paru-paru, bronkitis, pneumonia, dan penurunan fungsi paru adalah beberapa gangguan yang bisa dialami anak jika terpapar asap rokok dalam jangka Panjang. Pada ibu hamil yang merupakan perokok pasif akan berisiko tinggi untuk melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR), dimana hal ini membuat bayi menjadi lebih lemah dan mudah terserang penyakit. Tentu anda tidak ingin hal ini terjadi pada bayi anda bukan? Oleh karena itu, penting bagi anda untuk menerapkan lingkungan rumah bebas asap rokok. Ciptakanlah lingkungan yang aman dan nyaman untuk bayi anda. Jika ada penghuni rumah yang merokok, segeralah berhenti. Namun, jika memang rumah terpapar dengan asap rokok, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah paparan melalui third-hand smoke, anda dapat mencuci dan membersihkan seluruh permukaan yang terpapar asap, membersihkan mainan dan benda-benda yang akan digunakan untuk bayi anda, cuci seluruh benda berbahan kain dirumah anda (termasuk karpet, sprei dan lain-lain), serta pastikan para perokok ataupun orang-orang yang baru terpapar asap rokok lingkungan untuk langsung mengganti baju dan mencuci tangan sesering mungkin terutama jika ingin menyentuh bayi anda serta barang-barang keperluan bayi anda.Referensi :1. Mayo Clinic. What is thirdhand smoke, why is it a concern? 2020. Diunduh dari: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/third-hand-smoke/faq-200577912. Healthychildren.org. Tips to keep a smoke-free home & car. 2017. Diunduh dari: https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/tobacco/Pages/Importance-of-Smoke-Free-Homes-and-Cars.aspx3. Pogodina C, Huber L R B, Racine E F, Platonova E. Smoke-free homes for smoke-free babies: the role of residential environmental tobacco smoke on low birth weight. J Community Health. 2009; Vol 34(5); 376-382.4. AAP. Smokefree homes and child health. 2020. Diunduh dari: https://downloads.aap.org/RCE/SmokefreeHomesFactsheet.pdf
dr. Buahati Sehat, Sp.A
06 September 2021
peran-saudara-kandung-di-rumah-dalam-perawatan-bayi-prematur
Dibaca 526 Pengguna
Peran Saudara Kandung di Rumah Dalam Perawatan Bayi Prematur
Pulang dengan adik baru tentunya akan terjadi banyak perubahan di rumah. Kakak juga pasti sudah menantikan lahirnya sang adik baru selama berbulan-bulan dan akan banyak macam reaksi dari mereka akan perubahan ini. Mereka mungkin akan menanyakan bagaimana kondisi adiknya, apa saja yang akan dibutuhkan adiknya, bahkan banyak perubahan dalam perilaku mereka, seperti bertingkah agak frustasi akan perubahan ini, beberapa akan menunjukkan rasa cemburu terhadap adiknya, dan mereka akan sedikit mencari perhatian anda dengan selalu meminta tolong akan hal-hal yang sebenarnya sudah mereka kuasai sebelumnya. Respon terhadap stres anak akan hal ini berbeda-beda pada tiap anak dan tergantung pada banyak hal. Hal-hal umum yang dapat menyebabkan stres bagi si kakak baru dan beberapa reaksi yang biasanya akan muncul: Stresor: Takut berpisah dari orang tua Perasaan tidak diinginkan di rumah Reaksi umum Menguji otoritas orang tua Mengalami beberapa kemunduran keterampilan Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi bagaimana sang kakak akan berperilaku ketika berada disekitar adiknya yang baru lahir: Usia mereka saat adik baru lahir Jenis kelamin mereka dan adik bayi Seberapa lama sang adik tinggal di rumah sakit sebelumnya Respon mereka terhadap proses kelahiran Mengunjungi NICU Bagaimana proses mereka bertemu adik bayi untuk pertama kali Perubahan rutinitas rumah Sebagai orang tua tentu sudah tugas anda untuk mengatasi respon mereka, bagaimanapun itu. Berikut beberapa tips yang dapat anda lakukan agar si kakak merasa bahwa ia juga ‘spesial’ Libatkan mereka dalam proses persiapan untuk membawa adik bayi pulang, ke rumah pertama kali, jika memungkinkan. Miliki rutinitas harian setelah adik bayi pulang Tetapkan tugas khusus bagi mereka untuk ikut merawat adik bayi, jika memungkinkan. Biarkan mereka turut memilih mainan, buku dan pakaian untuk bayi. Anjurkan mereka untuk sering menghabiskan waktu bersama adik bayi Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas hanya berdua dengan mereka Berhati-hatilah saat membuat janji kepada kakak, jangan membuat janji jika anda tidak yakin bisa menepatinya. Karena tidak dapat dipungkiri terkadang kebutuhan medis adik bayi merupakan prioritas saat ini. Referensi :1. Tommy’s. Managing relationships after premature birth. 2020. Diunduh dari: https://www.tommys.org/pregnancy-information/premature-birth/coping-with-premature-birth/managing-relationships-after-premature-birth2. Beavis A G. What about brothers and sisters? helping siblings cope with a new baby brother or sister in the NICU. Infant. 2007. Volume 3, Issue 6; page 239-242.3. Hand to Hold. Navigating the NICU as a family: connecting siblings with NICU babies. 2017. Diunduh dari: https://handtohold.org/nicu-sibling-support/
dr. Buahati Sehat, Sp.A
06 September 2021
biaya-yang-dibutuhkan-untuk-perawatan-intensif-di-nicu
Dibaca 1448 Pengguna
Biaya yang Dibutuhkan untuk Perawatan Intensif di NICU
NICU (Neonatal Intensive Care Unit) merupakan tempat pertama yang akan dituju untuk perawatan para bayi dengan kebutuhan khusus seperti bayi prematur sejak dilahirkan. Tujuan utama seorang bayi dirawat di NICU adalah untuk menjaga kelangsungan hidup bayi yang lahir dalam kondisi lemah sampai tubuhnya mampu beradaptasi sendiri biasanya dari baru lahir hingga usia 30 hari. Bayi yang dirawat dalam ruang NICU memerlukan perawatan khusus di bawah pemantauan tim medis. Dokter dan perawat yang bertugas juga telah terlatih dalam mengurus bayi lahir prematur atau dengan kebutuhan khusus. Tujuannya adalah agar bayi bisa tetap sehat dan dapat pulang kembali ke rumah mereka. Banyak hal yang dapat menentukan berapa lama bayi akan dirawat di ruang NICU. Beberapa pertimbangan ketika bayi sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah, yaitu: Mampu makan tanpa bantuan selang, Bisa bernapas dengan baik tanpa adanya perubahan di organ dalamnya, Mampu mengatur suhu tubuhnya di luar inkubator NICU. Bayi yang harus dirawat ke dalam ruang NICU, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan ada biaya yang mencapai Rp10-15 juta/hari karena kebutuhan dan kondisi khusus bayi itu sendiri. Biaya rata-rata perawatan NICU di Indonesia sekitar Rp 500 ribu hingga 2 juta per hari, tergantung jenis kamar, kelengkapan alat-alat, dan jenis perawatan yang dibutuhkan. Dengan jumlah tersebut, masyarakat ekonomi lemah tentu tidak mampu menjangkaunya. Apabila bayi Anda harus mendapatkan perawatan di ruang NICU, pastikan Anda telah mendapatkan informasi yang lengkap mengenai fasilitas, biaya, serta aturan yang diterapkan rumah sakit. Berbagai informasi tersebut dapat Anda dapatkan dari dokter maupun dari petugas di rumah sakit.Sumber :1. Cheah I G S. Economic assessment of neonatal intensive care. Transl Pediatr. 2019. Volume 8(3); page 246-256.2. Narang A, Kiran P S S, Kumar P. Cost of neonatal intensive care in a tertiary care center. Indian Pediatr. 2005. Vol 42(10); 989-997.3. Shanmugasundaram R, Pdamapriya E, Shyamala J. Cost of neonatal intensive care. Indian J Peditr. 1998. Issue 65; 249-255.
dr. Buahati Sehat, Sp.A
06 September 2021
Konsultasi Bersama Buahati